Katekismus Kota Baru

Bagian ke-1
Allah, Penciptaan dan Kejatuhan, Taurat

P1. Apakah pengharapan kita satu-satunya dalam kehidupan & kematian?
Bahwa dalam kehidupan & kematian, dalam tubuh & jiwa, kita bukan milik kita sendiri, tetapi kita adalah milik Allah dan milik Penyelamat kita, Yesus Kristus.
Untuk anak-anak:
Bahwa kita bukan milik kita sendiri, tetapi kita adalah milik Allah.

P2. Siapakah Allah?
Allah adalah Sang Pencipta dan Penopang dari semua orang dan segala sesuatu. Dia adalah Allah yang kekal, tidak terbatas, dan tidak berubah dalam kekuatan-Nya dan kesempurnaan-Nya, dalam kebaikan dan kemuliaan, hikmat, keadilan dan kebenaran. Tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa melalui Dia dan oleh kehendak-Nya.
Untuk anak-anak:
Allah adalah Pencipta dari semua orang dan segala sesuatu.

P3. Ada berapa pribadi Allah?
Ada tiga pribadi Allah yang hidup dan Esa: Sang Bapa, Sang Anak, dan Sang Roh Kudus. Ketiganya memiliki esensi yang sama, dan setara dalam kekuatan dan kemuliaan-Nya.
Untuk anak-anak:
Ada tiga pribadi dalam Allah yang Esa: Sang Bapa, Sang Anak, dan Sang Roh Kudus.

P4. Bagaimana dan mengapa Allah menciptakan kita?
Allah menciptakan kita, laki-laki dan perempuan, menurut gambar-Nya sendiri, supaya kita mengenal Dia, mengasihi Dia, hidup bersama Dia, dan memuliakan Dia. Dan memang sepatutnya kita, yang diciptakan oleh Allah, hidup untuk kemuliaan-Nya.
Untuk anak-anak:
Allah menciptakan kita, laki-laki dan perempuan, menurut gambar-Nya sendiri, supaya kita memuliakan Dia.

P5. Apa lagi yang Allah ciptakan?
Allah menciptakan segala sesuatu dengan Firman-Nya yang berkuasa, dan semua ciptaan-Nya itu sungguh amat baik; segala sesuatu berkembang di bawah pemerintahan-Nya yang penuh kasih.
Untuk anak-anak:
Allah menciptakan segala sesuatu, dan semua ciptaan-Nya itu sungguh amat baik.

P6. Bagaimana kita memuliakan Allah?
Kita memuliakan Allah dengan menikmati-Nya, mengasihi-Nya, percaya kepada-Nya, dan dengan menuruti kehendak-Nya, perintah-Nya, dan hukum-Nya.
Untuk anak-anak:
Dengan mengasihi Dia dan dengan menuruti perintah-Nya dan hukum-Nya.

P7. Apa yang diharuskan bagi kita dari hukum Allah?
Ketaatan kita sendiri, ketaatan yang sempurna dan terus-menerus, bahwa kita mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita. Dan, bahwa kita mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Apa yang Allah larang, tidak boleh dilanggar satu kali pun. Apa yang Allah perintah, harus selalu dituruti.
Untuk anak-anak:
Bahwa kita mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita; dan, bahwa kita mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri.

P8. Apa hukum Allah yang dinyatakan dalam Sepuluh Perintah Allah?
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu sendiri berhala yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau di bumi di bawah, atau di dalam air di bawah. Jangan sujud kepada mereka atau menyembah mereka. Jangan menyalahgunakan nama TUHAN, Allahmu. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Hormatilah ayahmu dan ibumu. Jangan membunuh. Jangan berzina. Jangan mencuri. Jangan memberikan kesaksian palsu. Jangan mengingini [apa yang dipunyai sesamamu].
Untuk anak-anak:
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat berhala bagimu sendiri. Jangan menyalahgunakan nama TUHAN, Allahmu. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Hormatilah ayahmu dan ibumu. Jangan membunuh. Jangan berzina. Jangan mencuri. Jangan memberikan kesaksian palsu. Jangan mengingini.

P9. Apa yang Allah perintahkan di dalam perintah pertama, kedua dan ketiga?
Pertama, bahwa kita mengenal dan percaya kepada Allah, sebagai satu-satunya Allah yang benar dan yang hidup. Kedua, bahwa kita menghindari seluruh bentuk penyembahan berhala dan semua penyembahan kepada Allah yang salah. Ketiga, bahwa kita memperlakukan nama Allah dengan sikap gentar dan hormat, juga menghormati Firman-Nya dan karya-Nya.
Untuk anak-anak:
Pertama, bahwa kita mengenal Allah sebagai satu-satunya Allah. Kedua, bahwa kita menghindari segala bentuk penyembahan berhala. Ketiga, bahwa kita memperlakukan nama Allah dengan sikap gentar dan hormat.

P10. Apa yang Allah perintahkan di dalam perintah keempat dan kelima?
Keempat, bahwa pada hari Sabat kita mempergunakan waktu, secara Bersama dan secara pribadi, untuk beribadah kepada Allah, beristirahat dari pekerjaan rutin, mengabdi kepada Allah dan melayani orang lain, sehingga kita mengantisipasi hari Sabat yang kekal. Kelima, bahwa kita mencintai dan menghormati ayah dan ibu kita, tunduk kepada disiplin kesalehan dari mereka dan pimpinan mereka.
Untuk anak-anak:
Keempat, bahwa pada hari Sabat kita mempergunakan waktu untuk beribadah kepada Allah. Kelima, bahwa kita mencintai dan menghormati ayah dan ibu kita.

P11. Apa yang Allah perintahka di dalam perintah keenam, ketujuh, dan kedelapan?
Keenam, agar kita tidak menyakiti, atau membenci, atau bermusuhan dengan sesama kita, tetapi bersabar dan berdamai, memperlakukan bahkan musuh kita dengan kasih. Ketujuh, bahwa kita menjauhkan diri dari percabulan dan hidup kudus dan setia, baik dalam pernikahan atau sebagai orang yang melajang, menghindari semua tindakan yang tidak suci, dalam penampilan, kata-kata, pikiran, atau keinginan, dan apa pun yang condong kepada hal-hal ini. Kedelapan, bahwa kita tidak mengambil apa yang dimiliki orang lain tanpa izin, dan bahwa kita tidak menahan setiap hal yang baik bagi seseorang, yang mungkin bermanfaat baginya.
Untuk anak-anak:
Keenam, bahwa kita tidak menyakiti, atau membenci sesama kita. Ketujuh, bahwa kita hidup kudus dan setia. Kedelapan, bahwa kita tidak mengambil apa yang dimiliki orang lain tanpa izin.

P12. Apa yang Allah perintahkan dalam perintah kesembilan dan kesepuluh?
Kesembilan, bahwa kita tidak berbohong atau mengecoh, tetapi menyatakan kebenaran dalam kasih. Kesepuluh, bahwa kita puas, tidak iri terhadap siapa pun atau marah dengan apa yang telah Allah berikan kepada mereka atau kita.
Untuk anak-anak:
Kesembilan, bahwa kita tidak berbohong atau mengecoh. Kesepuluh, bahwa kita puas, tidak iri terhadap siapa pun.

P13. Apakah ada orang yang dapat mengikuti hukum Allah dengan sempurna?
Sejak kejatuhan manusia, tidak ada manusia biasa yang mampu untuk mengikuti hukum Alah dengan sempurna, tetapi malah terus-menerus melanggarnya dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Untuk anak-anak:
Sejak kejatuhan manusia, tidak ada manusia yang mampu untuk mengikuti hukum Allah dengan sempurna.

P14. Apakah Allah menciptakan kita dengan ketidakmampuan untuk menaati hukum-Nya?
Tidak, tetapi karena pemberontakan dari orang tua pertama kita, Adam dan Hawa, seluruh ciptaan jatuh; kita semua lahir di dalam dosa dan kesalahan, rusak dalam tabiat kita dan tidak mampu untuk mengikuti hukum-Nya.
Untuk anak-anak:
Tidak, tetapi karena pemberontakan dari Adam dan Hawa, seluruh dari kita semua lahir di dalam dosa dan kesalahan, tidak mampu untuk mengikuti hukum-Nya.

P15. Jika tidak seorang pun mampu mengikuti hukum Allah, jadi apa tujuan dari hukum?
Supaya kita mengenal kekudusan dan kehendak Allah, dan mengenal tabiat dosa dan pemberontakan dalam hati kita. Dengan demikian, kita mengenal kebutuhan kita akan seorang Penyelamat. Hukum juga mendidik dan mendorong kita untuk hidup berpadanan dengan Penyelamat kita.
Untuk anak-anak:
Supaya kita mengenal kekudusan Allah, dan tabiat dosa dalam hati kita. Dengan demikian, kita mengenal kebutuhan kita akan seorang Penyelamat.

P16. Apa itu dosa?
Dosa adalah menolak atau mengabaikan Allah di dunia yang telah Ia ciptakan, memberontak melawan Dia dengan hidup tanpa menghiraukan Dia, dengan tidak menjadi seperti yang Ia perintahkan di dalam hukum-Nya dan tidak melakukan apa yang Ia perintahkan dalam hukum-Nya – sehingga mengakibatkan kematian kita dan kebinasaan seluruh ciptaan.
Untuk anak-anak:
Dosa adalah menolak atau mengabaikan Allah di dunia yang telah Ia ciptakan, seperti yang Ia perintahkan di dalam hukum-Nya dan tidak melakukan apa yang Ia perintahkan dalam hukum-Nya.

P17. Apa itu penyembahan berhala?
Penyembahan berhala adalah mengandalkan ciptaan ketimbang Sang Pencipta untuk pengharapan dan kebahagiaan kita, makna hidup dan perlindungan kita.
Untuk anak-anak:
Penyembahan berhala adalah mengandalkan ciptaan ketimbang Sang Pencipta.

P18. Apakah Allah akan mengizinkan pemberontakan kita dan penyembahan berhala kita, dan tidak menghukum kita?
Tidak, setiap dosa adalah dosa terhadap kekuasaan, kekudusan, dan kebaikan Allah, dan terhadap hukum-Nya yang adil, dan Allah selayaknya marah terhadap dosa-dosa kita, dan akan menghukum dosa-dosa kita di dalam penghakiman-Nya yang adil di dalam kehidupan masa kini, dan di dalam kehidupan di masa yang akan datang.
Untuk anak-anak:
Tidak, Allah selayaknya marah terhadap dosa-dosa kita, dan akan menghukum dosa-dosa kita di dalam kehidupan masa kini, dan di dalam kehidupan di masa yang akan datang.

P19. Apakah ada suatu cara untuk melepaskan diri dari penghukuman dan untuk kembali diperkenan oleh Allah?
Ya, supaya keadilan dipuaskan, maka Allah sendiri, dan hanya karena belas kasihan-Nya, memperdamaikan kita dengan diri-Nya sendiri dan melepaskan kita dari dosa dan penghukuman terhadap dosa, melalui seorang Penebus.
Untuk anak-anak:
Ya, Allah memperdamaikan kita kepada diri-Nya sendiri melalui seorang Penebus.

P20. Siapakah Sang Penebus?
Satu-satunya Penebus adalah Tuhan Yesus Kristus, Sang Anak Allah yang kekal. Dia adalah Allah yang telah menjadi manusia, dan telah menanggung hukuman untuk dosa di dalam diri-Nya.
Untuk anak-anak:
Satu-satunya Penebus adalah Tuhan Yesus Kristus.

Bagian ke-2
Kristus, penebusan, kasih karunia

P21. Penebus seperti apakah yang kita butuhkan untuk membawa kita kembali kepada Allah?
Penebus yang adalah manusia sepenuhnya manusia dan juga Allah sepenuhnya.
Untuk anak-anak:
sama dengan jawaban di atas.

P22. Mengapa Sang Penebus haruslah manusia sepenuhnya?
Supaya, di dalam natur kemanusiaan-Nya Ia dapat mewakili kita untuk secara sempurna menaati seluruh taurat dan menanggung hukuman atas dosa manusia; dan juga agar Ia dapat bersimpati dengan kelemahan-kelemahan kita.
Untuk anak-anak:
Supaya, di dalam natur kemanusiaan-Nya Ia dapat mewakili kita untuk secara sempurna menaati seluruh taurat dan menanggung hukuman atas dosa manusia.

P23. Mengapa Sang Penebus haruslah Allah sepenuhnya?
Supaya di dalam natur keilahian-Nya, ketaatan-Nya dan penderitaan-Nya akan menjadi sempurna dan efektif, dan juga supaya Dia mampu menanggung murka Allah yang benar terhadap dosa, tetapi juga mengalahkan kematian.
Untuk anak-anak:
Supaya di dalam natur keilahian-Nya, ketaatan-Nya dan penderitaan-Nya akan menjadi sempurna dan efektif.

P24. Mengapa Kristus, Sang Penebus harus mati?
Karena kematian adalah hukuman untuk dosa, Kristus rela mati menggantikan kita untuk melepaskan kita dari kuasa dan hukuman dosa, dan membawa kita kembali kepada Allah. Dengan kematian-Nya yang menebus dan menggantikan kita, Dia sajalah yang menebus kita dari neraka dan memperoleh bagi kita pengampunan dosa, kebenaran, dan hidup kekal.
Untuk anak-anak:
Kristus rela mati menggantikan kita untuk melepaskan kita dari kuasa dan hukuman dosa, dan membawa kita kembali kepada Allah.

P25. Apakah kematian Kristus berarti seluruh dosa kita bisa diampuni?
Ya, karena kematian Kristus di kayu salib telah membayar lunas semua hukuman untuk dosa kita, dan Allah dengan penuh rahmat memperhitungkan kebenaran Kristus kepada kita, seolah-olah kebenaran Kristus adalah kebenaran kita sendiri, dan Dia tidak lagi mengingat dosa-dosa kita.
Untuk anak-anak:
Ya, karena kematian Kristus di kayu salib telah membayar lunas semua hukuman untuk dosa kita, Allah tidak lagi mengingat dosa-dosa kita.

P26. Apa lagi yang ditebus oleh kematian Kristus?
Kematian Kristus adalah awal dari penebusan dan pembaruan dari setiap bagian ciptaan yang sudah jatuh ke dalam dosa, saat Ia dengan penuh kuasa mengarahkan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya sendiri dan untuk kebaikan ciptaan-Nya.
Untuk anak-anak:
Setiap bagian dari ciptaan yang telah jatuh ke dalam dosa.

P27. Apakah semua orang, sebagaimana mereka terhilang melalui Adam, maka mereka juga diselamatkan melalui Kristus?
Tidak, yang diselamatkan hanya mereka yang dipilih oleh Allah dan yang dipersatukan dengan Kristus oleh iman. Meskipun demikian, Allah dalam belas kasihan-Nya memberikan anugerah umum bahkan kepada mereka yang bukan orang pilihan, dengan mengekang akibat-akibat dosa, dan memungkinkan adanya karya-karya kebudayaan bagi kesejahteraan manusia.
Untuk anak-anak:
Tidak, yang diselamatkan hanya mereka yang dipilih oleh Allah dan yang dipersatukan dengan Kristus oleh iman.

P28. Apa yang terjadi pada orang-orang yang tidak dipersatukan dengan Kristus oleh iman setelah mereka meninggal dunia?
Pada hari penghakiman, mereka akan menerima hukuman yang menakutkan tetapi adil, yang dijatuhkan terhadap mereka. Mereka akan diusir dari hadirat Allah yang diperkenan ke dalam neraka, untuk dihukum secara adil dan dengan sangat berat selamanya.
Untuk anak-anak:
Mereka akan diusir dari hadirat Allah ke dalam neraka, untuk dihukum secara adil dan dengan sangat berat selamanya.

P29. Bagaimana kita bisa diselamatkan?
Hanya oleh iman kepada Yesus Kristus dan kepada kematian-Nya di kayu salib yang menebus dan menggantikan; jadi, meskipun kita bersalah karena telah tidak menaati Allah dan masih condong kepada segala kejahatan, tetapi Allah, tanpa jasa apa pun dari kita, melainkan sepenuhnya hanya karena anugerah, tetap saja memperhitungkan kepada kita kebenaran Kristus yang sempurna ketika kita bertobat dan percaya kepada Dia.
Untuk anak-anak:
Hanya oleh iman kepada Yesus Kristus dan kepada kematian-Nya di kayu salib yang menebus dan menggantikan.

P30. Apa itu iman kepada Yesus Kristus?
Iman kepada Yesus Kristus adalah mengakui kebenaran dari segala sesuatu yang telah Allah wahyukan di dalam Firman-Nya, mempercayai Dia, dan juga menerima Dia dan hanya mengandalkan Dia untuk keselamatan [kita], sebagaimana yang dinyatakan tentang Dia kepada kita di dalam injil.
Untuk anak-anak:
Menerima Dia dan hanya mengandalkan Dia untuk keselamatan [kita], sebagaimana yang dinyatakan tentang Dia kepada kita di dalam injil.

P31. Apakah yang kita percayai dengan iman yang sejati?
Segala sesuatu yang diajarkan kepada kita di dalam injil. Pengakuan Iman Rasuli menjelaskan apa yang kita percayai dengan kata-kata ini: “Kita percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Kita percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan tubuh, dan hidup yang kekal. Amin.”
Untuk anak-anak:
“Kita percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Kita percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan tubuh, dan hidup yang kekal. Amin.”

P32. Apakah pengertian dari pembenaran dan pengudusan?
Pembenaran berarti kebenaran kita yang dideklarasikan di hadapan Allah, yang dimungkinkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus bagi kita. Pengudusan berarti kebenaran kita yang bertahap dan terus bertumbuh, yang dimungkinkan oleh pekerjaan Roh Kudus di dalam kita.
Untuk anak-anak:
Pembenaran berarti kebenaran kita yang dideklarasikan di hadapan Allah. Pengudusan berarti kebenaran kita yang bertahap dan terus bertumbuh.

P33. Apakah mereka yang beriman kepada Kristus seharusnya mengusahakan keselamatan mereka melalui perbuatan mereka sendiri dan melalui cara lain?
Tidak, karena segala sesuatu yang diperlukan bagi keselamatan ditemukan di dalam Kristus. Mengusahakan keselamatan melalui perbuatan-perbuatan baik berarti menyangkal bahwa Kristus adalah satu-satunya Penebus dan Juruselamat.
Untuk anak-anak:
Segala sesuatu yang diperlukan bagi keselamatan ditemukan di dalam Kristus.

P34. Karena kita telah ditebus hanya oleh anugerah, hanya melalui Kristus, apakah kita tetap harus melakukan perbuatan-perbuatan baik dan menaati Firman Allah?
Ya, karena Kristus, setelah menebus kita dengan darah-Nya, juga memperbarui kita oleh Roh-Nya, supaya hidup kita menyatakan kasih dan ucapan syukur kepada Allah, supaya kita dapat memiliki keyakinan akan iman kita berdasarkan buah-buah iman; dan supaya dengan kelakuan kita yang saleh, orang lain dapat dimenangkan bagi Kristus.
Untuk anak-anak:
Ya, supaya hidup kita menyatakan kasih dan ucapan syukur kepada Allah, dan supaya dengan kelakuan kita yang saleh, orang lain dapat dimenangkan bagi Kristus.

P35. Karena kita ditebus hanya oleh anugerah, hanya melalui iman, dari manakah iman ini berasal?
Seluruh karunia yang kita terima dari Kristus, kita terima melalui Roh Kudus, termasuk iman itu sendiri.
Untuk anak-anak:
Dari Roh Kudus.

Bagian ke-3
Roh, Pembaruan, Bertumbuh dalam anugerah/kasih karunia

P36. Apa yang kita percayai tentang Roh Kudus?
Bahwa Dia adalah Allah, yang secara kekal ada bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak, dan bahwa Allah mengaruniakan Dia kepada semua orang yang percaya, dan Allah tidak pernah menarik kembali Roh Kudus yang telah dikaruniakan-Nya kepada semua orang percaya
Untuk anak-anak:
Bahwa Dia adalah Allah, yang secara kekal ada bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak.

P37. Bagaimanakah Roh Kudus menolong kita?
Roh Kudus menginsyafkan kita akan dosa kita, menghibur kita, menuntun kita, memberikan karunia-karunia rohani dan keinginan untuk menaati Allah; dan Dia memampukan kita untuk berdoa dan untuk memahami Firman Allah.
Untuk anak-anak:
Roh Kudus menginsyafkan kita akan dosa kita, dan Dia memampukan kita untuk berdoa dan untuk memahami Firman Allah.

P38. Apa itu doa?
Doa adalah mengungkapkan apa yang ada di dalam hati kita kepada Allah dalam pujian, permohonan, pengakuan dosa, dan ucapan syukur.
Untuk anak-anak:
Doa adalah mengungkapkan apa yang ada di dalam hati kita kepada Allah.

P39. Dengan sikap bagaimanakah kita harus berdoa?
Dengan kasih, ketekunan, dan ucapan syukur, dengan ketundukan yang rendah hati kepada kehendak Allah, karena mengetahui bahwa oleh karena Kristus, Dia selalu mendengar doa-doa kita.
Untuk anak-anak:
Dengan kasih, ketekunan, dan ucapan syukur.

P40. Apa yang harus kita doakan?
Seluruh Firman Allah mengarahkan dan menggugah kita agar kita mengetahui apa yang harus kita doakan, termasuk doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri kepada kita.
Untuk anak-anak:
Seluruh Firman Allah mengarahkan kita agar kita mengetahui apa yang harus kita doakan.

P41. Bagaimanakah isi Doa Bapa Kami?
Bapa kami yang di surga,
dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah kerajaan-Mu,
Jadilah kehendak-Mu,
  di bumi seperti di Sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
  seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
Tetapi lepaskanlah kami daripada yang Jahat.
Untuk anak-anak:
sama dengan jawaban di atas.

P42. Bagaimanakah seharusnya kita membaca dan mendengar Firman Allah?
Dengan kerajinan, persiapan, dan doa supaya kita dapat menerimanya dengan iman, menyimpannya dalam hati kita, dan melakukannya dalam hidup kita.
Untuk anak-anak:
Dengan kerajinan, persiapan, dan doa supaya kita dapat menerimanya dengan iman, dan melakukannya dalam hidup kita.

P43. Apa sajakah sakramen atau ketetapan yang ada?
Sakramen atau ketetapan yang diberikan oleh Allah dan ditetapkan oleh Kristus, yaitu baptisan dan Perjamuan Kudus, merupakan tanda dan meterai yang kelihatan, yang mengikat kita bersama sebagai suatu komunitas iman oleh kematian dan kebangkitan-Nya. Dengan menerapkan sakramen ini, Roh Kudus lebih jelas lagi memaklumkan dan memeteraikan janji-janji injil kepada kita.
Untuk anak-anak:
Baptisan dan Perjamuan Kudus.

P44. Apa itu Baptisan?
Baptisan adalah pembasuhan dengan air di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Pembasuhan ini menandakan dan memeteraikan pengangkatan kita sebagai anak di dalam Kristus, penyucian kita dari dosa, dan komitmen kita untuk menjadi milik Tuhan dan gereja-Nya.
Untuk anak-anak:
Baptisan adalah pembasuhan dengan air di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus..

P45. Apakah pembaptisan dengan air merupakan penyucian dosa itu sendiri?
Tidak, hanya darah Kristus dan pembaruan dari Roh Kudus yang dapat menyucikan kita dari dosa.
Untuk anak-anak:
Tidak, hanya darah Kristus yang dapat menyucikan kita dari dosa.

P46. Apa itu Perjamuan Kudus?
Kristus memerintahkan semua orang Kristen untuk makan roti dan minum dari cawan sambil mengingat Dia dan kematian-Nya dengan ucapan syukur. Perjamuan Kudus adalah suatu perayaan untuk kehadiran Allah di tengah kita, yang membawa kita ke dalam persekutuan dengan Allah dan dengan satu sama lain, yang mengenyangkan dan menguatkan jiwa kita. Perjamuan Kudus juga menyatakan penantian akan saat ketika kita akan makan dan minum dengan Kristus di dalam kerajaan Bapa-Nya.
Untuk anak-anak:
Kristus memerintahkan semua orang Kristen untuk makan roti dan minum dari cawan sambil mengingat Dia dan kematian-Nya dengan ucapan syukur.

P47. Apakah Perjamuan Kudus menambahkan sesuatu kepada karya penebusan Kristus?
Tidak, Kristus telah mati satu kali untuk selama-lamanya. Perjamuan Kudus adalah suatu perjamuan perjanjian yang merayakan karya penebusan Kristus; Perjamuan Kudus juga adalah sarana untuk menguatkan iman kita saat kita memandang kepada Dia, dan suatu kecapan awal dari perjamuan di masa depan. Akan tetapi, orang-orang yang mengambil bagian di dalam Perjamuan Kudus dengan hati yang tidak bertobat mendatangkan hukuman bagi diri mereka.
Untuk anak-anak:
Tidak, Kristus telah mati satu kali untuk selama-lamanya.

P48. Apa itu gereja?
Allah memilih dan memelihara bagi diri-Nya suatu komunitas yang dipilih untuk menikmati hidup kekal dan dipersatukan oleh iman, suatu komunitas yang mengasihi, mengikuti, belajar dari, dan menyembah Allah bersama-sama. Allah mengutus komunitas ini untuk memberitakan injil dan mewakili kerajaan Kristus dengan kualitas kehidupan mereka bersama dan kasih mereka terhadap satu sama lain.
Untuk anak-anak:
Suatu komunitas yang dipilih untuk menikmati hidup kekal dan dipersatukan oleh iman, suatu komunitas yang mengasihi, mengikuti, belajar dari, dan menyembah Allah bersama-sama.

P49. Di manakah Kristus sekarang?
Kristus bangkit dari kubur pada hari ketiga setelah kematian-Nya dan sekarang duduk di sebelah kanan Bapa, memerintah atas Kerajaan-Nya dan bersyafaat bagi kita sampai Ia datang kembali untuk menghakimi dan memperbarui seluruh dunia.
Untuk anak-anak:
Kristus bangkit dari kubur pada hari ketiga setelah kematian-Nya dan sekarang duduk di sebelah kanan Bapa.

P50. Apa makna kebangkitan Kristus bagi kita?
Kristus menang atas dosa dan maut dengan bangkit secara jasmani supaya semua orang yang percaya kepada-Nya dibangkitkan untuk mengalami hidup baru di dalam dunia ini dan mengalami hidup kekal di dalam dunia yang akan datang. Sama seperti kita akan dibangkitkan suatu hari nanti, maka dunia ini pun akan dipulihkan suatu hari nanti. Namun mereka pun yang tidak percaya kepada Kristus akan dibangkitkan untuk mengalami kematian kekal.
Untuk anak-anak:
Kristus menang atas dosa dan maut, supaya semua orang yang percaya kepada-Nya dibangkitkan untuk mengalami hidup baru di dalam dunia ini dan mengalami hidup kekal di dalam dunia yang akan datang.

P51. Manfaat apakah yang kita terima di dalam kenaikan Kristus ke surga?
Kristus naik ke surga secara fisik sama seperti Ia turun ke bumi secara fisik karena kita, dan Dia sekarang menjadi Pembela kita di hadirat Bapa-Nya, menyiapkan tempat bagi kita, dan juga mengutus Roh-Nya kepada kita.
Untuk anak-anak:
Kristus sekarang menjadi Pembela kita di hadirat Bapa-Nya, dan juga mengutus Roh-Nya kepada kita.

P52. Pengharapan apakah yang kita miliki di dalam kehidupan kekal?
Kehidupan kekal mengingatkan kita bahwa dunia kita yang sekarang ini, yang telah jatuh ke dalam dosa bukanlah satu-satunya dunia yang ada; tidak lama lagi kita akan hidup bersama Allah dan menikmati Dia selamanya di kota yang baru, di dalam langit yang baru dan bumi yang baru, di mana kita akan sepenuhnya dan selamanya dibebaskan dari segala dosa, dan akan mendiami tubuh kebangkitan yang sudah diperbarui di dalam ciptaan yang sudah diperbarui dan dipulihkan.
Untuk anak-anak:
Bahwa kita akan hidup bersama Allah dan menikmati Dia selamanya, di dalam langit yang baru dan bumi yang baru, di mana kita akan selamanya dibebaskan dari segala dosa di dalam ciptaan yang sudah diperbarui dan dipulihkan.